Dua negara yang selama puluhan tahun berada dalam posisi bermusuhan, kini menjalin kerja sama intelijen
WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa ‘Israel’ dan Suriah, dua negara yang selama puluhan tahun berada dalam posisi bermusuhan, kini menjalin kerja sama intelijen di bawah pengawasan langsung Washington. Langkah ini disebut bertujuan mencegah eskalasi konflik dan membuka jalan menuju stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan bahwa ‘Israel’ dan Suriah sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama berupa unit komunikasi khusus. Mekanisme ini akan menjadi wadah berbagi informasi intelijen, koordinasi militer, serta komunikasi diplomatik, dengan Amerika Serikat bertindak sebagai pengawas utama.
“Kedua belah pihak telah memutuskan membentuk mekanisme fusi bersama untuk memfasilitasi koordinasi segera dan berkelanjutan dalam hal berbagi intelijen, de-eskalasi militer, keterlibatan diplomatik, dan peluang komersial, di bawah pengawasan Amerika Serikat,” demikian pernyataan Kemlu AS, dikutip dari AFP (6/1/2026).
Menurut Kemlu AS, mekanisme tersebut dirancang untuk merespons potensi gesekan di lapangan secara cepat dan mencegah kesalahpahaman militer yang dapat memicu konflik terbuka. Washington juga menyebut ‘Israel’ dan Suriah berkomitmen menuju pengaturan keamanan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak merinci apakah ‘Israel’ akan menghentikan serangan militernya atau mengembalikan perjanjian-perjanjian keamanan sebelumnya yang sempat berlaku antara kedua negara.
